Rabu, 18 Mei 2011

tipe2 kucingkucing suka gigit


Waaaahhh sdh lama sekali gak ngeblog kangen jg sama temen2 smua yg sudah sudi sering datang ke blog aq :) . untuk refresh bahasan kali ini tentang Tipe Kucing Suka Menggigit, sekalian aq mau bahas tentang tips-tips menjinakkan kucing yg suka mengigit. Temen2 pasti heran koq kucing bisa menggigit (menggigit manusia),,,hahhh??? Emang ada kucing bisa menggigit (kek anjing aja)??? Yup memang ada! Sy mengalaminya! Tp ini berlaku utk tipe kucing turunan ras kucing kampong atau mix kucing kampung. Sebulan lalu aq adopsi anak kucing mix kucing kampung…kupelihara sejak umurnya sebulan…ketika menginjak umur 2 bulan…waahhhh…tuh kucing nakaaal bgt! Dan parahnya dia suka menggigit n galak spt anjing! Namanya “Cupid cipud” lucu,tp klo mau di elus malah menggigit. Nah kali ini aq akn coba bantu temen2 yg juga ngalamin punya kucing yg suka menggigit. Kalau kucingnya masih kecil akan lbh gampang untuk membiasakan dan melatihnya agar gak mengigit lagi. Salah satunya dengan cara kasih mainan2 yg bisa untuk digigitnya, juga biasakan didalam kandang. Dengan mainan2 bisa membuat kucing yg suka menggigit akan lebih jarang menggigit, dia akan lebih asyik mengigit mainannya. Kalau dikandangin itu untuk melatihnya agar lebih tenang dan anteng agar pada saat dilepas tidak lari mengejar kita atau orang lain. Untuk  mengajari kucing yg suka mengigit kita harus ekstra sabar,karena memang tidak mudah dan butuh waktu yg lama tergantung cara kita memperlakukannya sehari2. Untuk kucing yg sudah remaja atw dewasa akan lebih sulit lg untuk kita latih tidak mengigit,tp semuanya bisa kita kurangi dengan biasakan si kucing dikandangin dan berikan mainan2 yg bisa untuk digigitnya. Lama2 juga kebiasaan menggigitnya akan berkurang dan akan lebih tenang. Hmm…smoga dengan tips2 yang aq berikan ini bisa sedikit membantu temen2 semuanya. Jadi jangan pernah menyerah untuk melakukan hal yg terbaik pada kucing2 kesayangan kita :)

Menjinakkan Si Manis

Menundukkan Kucing Nakal

Seperti manusia, anak-anak jika tidak dinasehati dan dididik akan menjadi brutal dan tidak terkendali. Mendidik kucing lebih mudah dari anak manusia, apalagi jika anak kucing tahu andalah yang memberi makan dia.

Ada banyak cara agar anak kucing atau kucing dewasa yang nakal bisa lebih menurut. Selama melakukan pendidikan tingkah laku ini jangan sekali-kali tangan anda memukulnya dengan kasar. Mereka bisa "gila" dan bisa membalas tangan anda dengan cakaran dan gigitan.

Tidak perlu panik, anak kucing lebih mudah dididik daripada yang sudah dewasa, dan kucing dewasa lebih mudah dimengerti dibandingkan kucing kecil. Mereka masih dalam pencarian karakter. Namun, keagresifan sudah menjadi sikap alami kucing. Kucing ada yang terlahir bodoh, setia, lincah, selalu ingin tahu, malas, dan manja. Kucing bodoh butuh waktu lama untuk mengajarinya seperti buang air. Kucing malas ya selalu malas, bahkan untuk makan saja harus anda yang mendorong mangkuk makanan didepannya, makan pun sambil tiduran atau kepala menyender. Kucing lincah dan selalu ingin tahu akan memecahkan salah satu keramik anda dan bahkan ada yang menggigit hidung anda jika mereka lapar. Kucing manja, tidak pernah mau lepas dari anda, bahkan akan tiduran di keyboard komputer atau notebook untuk mencari perhatian anda, setiap jam! ^-^
Menghindarkan merusak benda-benda
Jujur saja Kucing memang hewan yang bisa dibilang nakal, ia suka sekali dengan hal-hal yang sifatnya berbau kain..
Selimut saya misalnya.. Lubang-lubang gara-gara dibuat mainan sama si manis
Selambu... Bahkan keset pun si manis doyan...
Ini beberapa tips yang saya jaring. Mudah-mudahan bisa membantu anda.
  1. Keramik-keramik dan bahan-bahan pecah belah bisanya ditaruh di dalam bupet, meja, end table, dan sebagainya. Besar atau kecilnya bahan mudah pecah itu jika tersenggol sedikit akan rubuh, kecuali keramik tanah liat dengan alas kokoh atau dari keramik jenis lainnnya. Kucing yang sedang main kejar-kejaran dengan kucing lainnya akan melompat, menerjang, dan berlari kemana saja. Lakukan batas wilayah main pada kucing atau pindahkan bahan pecah belah itu pada tempat yang lebih tinggi dan tertutup.
  2. Selalu menutup lemari dan laci. Jangan biarkan kucing masuk dan jangan mengajarinya seperti itu. Anda tidak mau kucing kencing disana'kan? Anda juga tidak mau bulu kucing bertebaran di pakaian dalam anda.
  3. Jika punya toilet duduk, selalu tutup tolet duduknya. Kucing hutan kami saat masih kecil pernah tercebur di toilet jongkok. Kucing lokal kami pun pernah terpeleset dan tercebur di kolam. Semuanya tidak ada yang tenggelam karena langsung ketahuan dan diselamatkan.
  4. Tutup dan rapihkan kabel-kabel listrik. Kucing termasuk hewan pengerat yang suka menggigit-gigit, sudah ada korban di rumah saya. Yaitu kabel komputer, kabel speaker active, kabel mouse, kabel headphone, kabel telepon, HP recharger, dan masih banyak lagi. Thank God tidak ada kucing yang tersengat listrik. Jangan pernah membungkus kabel listrik karena bisa menyebabkan kebakaran.
  5. Karet gelang, pita, benang, dan jenis lainnya tidak boleh bertebaran di lantai. Semua itu berbahaya bila sampai tertelan. Jarum-jarum khususnya jarum pentul harus ditaruh di tempatnya. Jangan biarkan kucing main benang-benang seperti benang layangan, benang wol, benang senur, dan segala benang. Kalau kucing main benang, benang akan melilit kaki dan badannya, kalau terlalu kuat kucing bisa tercekik.
  6. Sediakan tempat menggaruk kucing. Tidak usah memaksakan membeli yang mahal, cukup sediakan kayu dan lilitkan dengan tali tambang atau tali sumbu yang biasa dipakai untuk kompor minyak.
  7. Kucing yang dibiarkan main diluar bangunan rumah, pastikan di taman dan halaman rumah anda tidak ada kodok/katak (dirumah saya ada), tanaman beracun, lem tikus atau jebakan untuk tikus, kotoran burung, sampah yang berserakan, dan benda berbahaya lainya. Amannya sih buatkan saja mainan atau mainan khusus kucing biar kucing anteng dan damai main didalam rumah tanpa ada suara pecahan benda-benda.
  8. Kalau anda punya garasi untuk kendaraan, disana pasti ada banyak bahan kimia seperti oli, minyak rem, cairan anti panas untuk mobil/anti-freeze, dan sebagainya. Jadi jangan suruh masuk kucing ke garasi.
  9. Bisa gunakan cairan semprot yang dibenci kucing seperti aroma lemon. Kucing akan menghindari benda-benda yang ada bau tersebut.

Minggu, 01 Mei 2011

Merawat Kucing

 

Sehebat-hebatnya kita merawat kucing pasti adalah suatu hal yang membuat kucing kita akhirnya jatuh sakit. Walaupun kita bisa saja meminimalkan tapi terkadang kucing masih saja terkena penyakit kucing.

Salah satu poin utama dalam merawat kucing adalah mengetahui kapan mereka sakit. Yaitu dengan melihat tanda-tanda kucing yang sakit. Tanda-tanda ini sama untuk kucing apapun seperti kucing persia,kucing anggora atau jenis kucing lainnya dan juga sama rata baik itu kucing muda atau kucing yang tua.

Berikut ciri-ciri kucing sedang sakit :

1. Kelelahan dan lesu
2. Menggelengkan kepala secara berlebihan
3. Selera menurun ataupun bahkan meningkat secara mencolok
4. Juga mengkonsumsi air secara berlebihan
5. Adanya cairan abnormal yang keluar dari lubang-lubang di tubuh contohlah mata kucing, hidung, telinga dsb.
6. Sulit membuang kotoran
7. Berat badan dapat naik ataupun menurun dengan mencolok
8. Menjadi lebih agresif dan hiperaktif
9. Berjalan pincang, bahkan sulit untuk berdiri
10. Ada bagian-bagian tubuh kucing yang membengkak

Anda menemukan salah satu ciri-ciri kucing sakit diatas. Segera periksakan ke dokter atau minimal tanyakan ke dokter "apakah kucing sakit atau tidak dapat mempengaruhi kesehatan kucing".Karena dengan mengetahui tanda-tanda cara merawat kucing yang paling baik.

Beberapa tips dalam merawat kucing :

* Mengetahui makanan kucing yang baik.
* Tips mengadopsi kucing persia
* Hal-hal yang mempengaruhi kesehatan kucing
* Cara Merawat kucing bukan hanya sekedar kucing anda juga harus memikirkan tempat merawat kucing nantinya.
* Dan jika ingin mengembangbiakkan. Cara merawat kucing yang terbaik adalah dengan mengetahui usia pengembangbiakkan kucing.

Tentu saja cara merawat kucing diatas masih sedikit. Masih banyak yang harus diketahui oleh para cat lover jika ingin merawat kucing dengan baik. Tapi sebenarnya menurut saya kunci utama dalam cara merawat kucing adalah kasih sayang.

Karena dengan kasih sayang otomatis, maka kita akan terus belajar dan belajar tentang bagaimana cara merawat kucing yang baik.

Apakah cara merawat kucing itu sulit? Tidak! asal kita mau pasti bisa. Kadang-kadang karena kita tidak tahu saja hingga itu terasa sulit. Tapi jika kita sudah mengetahuinya. Maka metode apapun dalam merawat kucing bisa kita makan lahap dengan cepat.

Merawat kucing? Siapa takut....

Rabu, 27 April 2011

Kucing Bertuliskan Lafadz Allah di Subang


Kucing Bertuliskan Lafal Allah Ditawar Rp1 juta


Subang - Seekor kucing di daerah Pusakanagara, Subang memiliki bulu yang menyerupai tulisan lafal Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW dalam bahas Arab.

Pemilik kucing, Abah Harna (45), Warga Desa Mundusari RT 14/04 Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang itu semula tidak mengetahui binatang peliharaan miliknya memiliki keunikan pada bulunya dibanding kucing lainnya.

"Saya baru mengetahui bulu kucing itu memiliki keunikan dibandingkan kucing yang lainnya saat dikasih tahu sama orang lain. Waktu itu ada rombongan mampir di masjid dan memperhatikan bulu kucing," ujar Abah Harna kepada salah satu media, Jumat (15/4/2011).

Bulu kucing yang didominasi warna hitam itu, pada bagian perut sebelah kanan tampak loreng putih yang bertuliskan lafal Allah dalam bahasa Arab. Sementara pada sebelah kiri, terdapat loreng putih yang menyerupai tulisan berlafal Muhammad.

Abah Harna menceritakan, awal mula pertemuan dirinya dengan kucing yang berusia 12 tahun itu saat puteranya berjualan nasi di pasar Pamanukan. Kucing betina itu selalu ada dan mengikuti putranya. Sampai akhirnya, kucing itu ikut pulang dan dirawat keluarga Abah Harna.

"Waktu itu, kemana saja anak saya pergi, kucing selalu ikut sampai ikut pulang. Akhirnya kami rawat di rumah," imbuhnya.


Tidak Suka Mencuri Ikan

Menurut pemilik kucing, Abah Harna (45) warga Desa Mundusari RT 14/04 Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang, kucing miliknya itu tidak suka mencuri ikan yang diletakkan di meja, meskipun ia dan keluarganya dalam keadaan lengah.

Melihat keunikan dan kelebihan kucing yang dirawatnya itu, Abah Harna menghadiahi nama Kiki untuk kucing kesayangannya. “Si Kiki mah teu pernah maok lauk, siga ucing sejen. (Si kiki mah tidak pernah mencuri ikan, seperti kucing lainnya),” kata Harna kepada media, Jumat (15/4/2011).


Ditawar Rp 1 juta

Memiliki bulu unik yang tidak dimiliki oleh kucing lain membuat si Kiki sempat ditawar dengan harga tinggi. Kucing berlafal Allah milik warga Subang itu sudah dihargai Rp1 juta. Namun Abah Harna, si pemilik kucing tidak berencana melepas kucing ajaib itu.

"Sudah 2 orang yang menawar si Kiki hingga Rp1 juta. Tapi kami tidak berikan karena sudah terlanjur sayang sama si Kiki,” ujar Harna.

Yang berminat untuk memiliki bukan dari kalangan orang biasa. Harna menyatakan, dua orang yang berminat memiliki si Kiki merupakan pegawai sebuah bank di Subang dan Jakarta.

Meskipun banyak diminati, namun Harna tidak memberikan perlakuan khusus pada si Kiki. Seperti layaknya kucing lain, si Kiki dibiarkan berkeliaran dan berkembang biak.

"Sekarang sudah punya tiga anak, tapi bulunya sama seperti yang lainnya, nggak seperti si Kiki," kata Harna.

sumber: inilahjabar.com